Tampilkan postingan dengan label Dewan Kerja Ranting Tanon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dewan Kerja Ranting Tanon. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 28, 2017

On 17.06 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments
Tanon, www.pramukatanon.or.id - Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega Kwarran Tanon bakal mengadakan malam tirakatan tahun baru 2018. kegiatan ini bakal dilaksanakan minggu (31/12) mendatang. Jajaran pengurus DKR beserta simpatisan akan meramaikan Bumi Perkemahan Raden Ranu Kusumo, Bonagung.

"Rencananya, kami akan adakan tirakatan sekaligus pemutaran film di Buper Bonagung", ungkap Ali, PJ Ketua DKR Tanon.  Kegiatan ini digagas untuk menekan laju kriminal dan kejadian yang tidak diinginkan di malam tahun baru seperti kecelakaan, dll.

Sementara itu, Senentiyo ketua Kwarran Tanon menyampaikan respon positif atas rencana kegiatan yang akan digarap DKR Tanon. "Mestinya kita dukung kegiatan ini, selain pemutaran film ada beberapa pentas kecil yang akan disuguhkan", tambah Senentiyo` (red/tanon)

Minggu, Agustus 06, 2017

On 16.38 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments
Tanon, pramukatanon.or.id - Wakil Ketua yang juga mantan Ketua Kwarran Tanon, Kak Sumarno mengadakan pengajian Pamitan Haji atau Walimatussafar pada hari minggu (6/8) kemarin. Kegiatan ini dilakukan untuk memohon do'a restu serta maaf akan khilaf dan salah kepada kerabat, tetangga dan sahabat. Bertempat di kediaman beliau Jono, Tanon para pengurus Kwarran Tanon tampak hadir memberikan do'a dan dukungan kepada Kak. Sumarno beserta istri.

Dewan Kerja Ranting Tanon juga tampak hadir di tengah-tengah pengajian itu. Selain sebagai tamu undangan mereka juga ikut membantu kelancaran arus lalu lintas di depan rumah beliau. Hal ini dikarenakan arus lalulintas di jalan tersebut cukup ramai yaitu jalur Sragen – Gabugan.

Kak Sumarno melalui adiknya DR. H. suwaji Suryanata, M.Kes menyampaikan permohonan maaf serta do’a restu kepada semua yang hadir. “tolong di iklaskan segala salah dan khilaf, berikan do’a restu kepada kakak kami agar selamat, sehat hingga mampu menjalankan wajib, syarat, rukun dan sunah Haji hingga kembali ke tanah air dengan lengkap”, ungkap dosen UMS itu.


Sementara itu, Kak. Darohman Waka Kwarran Tanon kemarin (6/8) berangkat ke tanah suci melalui gelombang satu kab. Sragen. Dengan demikian sebanyak 2 pimpinan Kwarran Tanon melaksanakan ibadah haji. Kita do’akan semoga mereka menjadi Haji Mabrur. Aamiin, begitu 

Sabtu, Agustus 14, 2010

On 00.37 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments



acara dipimpin oleh Kak Budi Susilo, kemudian di iringi do'a dari para anggota.

Jumat, Juli 03, 2009

On 22.41 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments

Tanda kecakapan merupakan tanda yang menunjukkan ketrampilan dan kecakapan tertentuyang dimiliki seorang peserta didik anggota gerakan Pramuka. Dalam gerakan pramuka keinginan atau kesukaan yang wajar itu dimanfaatkan untuk mendorong peserta didik, supaya ia berinisiatif mengembangkan dirinya dalam berbagai kecakapan dan kepandaian baik dibidang teknis maupun mental spiritual

Selasa, Februari 10, 2009

On 23.27 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments


NGRAMPAL- Pesta Siaga Cabang tahun 2009 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 11-14 Sragen berlangsung di halaman SMP Negeri 2 Ngrampal, Selasa (10/2). Sebanyak 400 Pramuka Siaga putra dan putri dari 20 kecamatan ambil bagian dalam ajang adu ketangkasan dan keterampilan yang diselenggarakan setiap tahun ini. Pesta Siaga kali ini dibuka secara resmi oleh Anggota Mabicab Sragen Kak Suparmi Wiyono.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Suparmi berpesan kepada para Pramuka Siaga agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Sebagai calon pemimpin masa depan, mereka harus mempersiapkan diri sejak sekarang. ” Jangan nonton tv saat belajar,” tegas Kak Suparmi. Kotak elektronik ini akan mengganggu konsentrasi mereka, jika dinyalakan pada saat jam belajar. Akibatnya, apa yang dipelajari tidak sepenuhnya dapat dipahami hingga berpengaruh pada prestasi mereka di sekolah.

Lebih lanjut, Kak Suparmi juga berpesan agar para Pramuka cilik ini memanfaatkan waktu dengan baik untuk mencari bekal sebagai generasi penerus yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Pesta Siaga ini diwarnai atraksi drumband SD Pilangsari II dan Tari Jaranan suguhan murid-murid SD Ngarum I. Pelepasan balon oleh Kak Suparmi menandai dimulainya rangkaian adu tangkas dan terampil ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesta Siaga tingkat Kwarcab ini merupakan ajang kompetisi berjenjang. Para peserta adalah kampiun di tingkat kecamatan. Masing-masing kecamatan mengirimkan satu barung putra dan satu barung putri terbaik mereka. Juara tingkat kabupaten akan menjadi duta Sragen untuk berlaga di Kwartir Daerah (kwarda) atau tingkat Provinsi. Puncaknya, Pramuka Siaga terbaik dari setiap Kwarda, akan bertemu di tingkat Kwartir Nasional (kwarnas)

Senin, Januari 12, 2009

On 00.09 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments
Baret Coklat Milik Siapa ?



ImagePada penyelenggaraan upacara besar di Tingkat Nasional, kali ini nampak sesuatu yang berbeda dengan para presiden sebelumnya. Seperti pada pembukaan Raimuna ke 9 yang baru lalu, Presiden selaku Ka Mabinas mengenakan baret coklat seperti yang dipergunakan oleh para Para Anggota Penegak dan Pandega. Banyak yang tanya kenapa beliau menggunakan topi baret, kenapa tidak menggunakan peci seperi biasanya ? atau sudahkan sesuai dengan petunjuk yang dileluarkan oleh Kwartir Nasional tentang Seragam Pramuka ? Apakah hanya sebagai penghormatan kepada Para Anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang adalah sekaligus di ajang kegiatan milik mereka ? Tetapi yang tidak bisa kita pahami adalah apabila itu sudah sesuai dengan Selera Pimpinan !

Perlu diingat, bahwa, seorang Presiden adalah bagian dari perangkat Kepresidenan yang merupakan simbol simbol kenegaraan yang patut kita jaga kewibawaan dan kehormatannya. Sudah barang tentu setiap kebijakan yang diambil maka sudah harus dilandasi dengan ketentuan yang berlaku, jika di lingkungan pramuka maka disesuaikan dengan AD/ ART Gerakan Pramuka.

Jika penggunaan Seragam Pramuka tidak sesuai petunjuk yang dikeluarkan oleh Kwartir Nasional maka jelas akan memungkinkan timbul pemakaian seragam yang beraneka ragam. Akan lebih parah jika ada yang punya pendapat, misalnya : “ lha presiden saja boleh masak gubernur/ bupati tidak ? tentunya juga boleh kan ? “. Lha terus pakai aturan mana lagi ?

ImageSeperti halnya kebijakan dalam penggunaan seragam para anggota pramuka yang mengikuti Jambore Internasional 2007 tahun lalu, yakni setangan leher bagi regu putri menggunakan setangan leher milik pramuka putra. Payah jadinya kalau punya argumen, seperti ini misanya, “ Yaa.., karena kalo untuk tukar souvenir, pita leher putri nggak laku… “. Weleh, …….biar nggak laku tapi tetap milikku dan kebanggaanku, bung !

Singkat cerita agar tidak menimbulkan polemik dan banyak pertanyaan yang mungkin bisa menimbulkan banyak persepsi, maka pihak Kwartir Nasional yang berkompeten dengan penyelengaraan ini harus mampu mensosialisasikan hal hal seperti yang tersebut khususnya masalah penggunaan seragam.

Setiap kebijakan yang sudah diatur tapi baru, sebaiknya dipayungi dengan hukum yang mengatur dan melindungi tentang perubahan tersebut secara khusus.

Bisa jadi Presiden adalah Ka Mabinas sekaligus berkedudukan sebagai Pramuka Utama, dapat pula dijadikan Anggota Kehormatan dalam suatu Forum Kegiatan tersebut ( Ingat, di lingkunagan T/D mengenal tradisi atau adat istiadat). Namun demikian tetap memerlukan aturan tersendiri, sebagai payung hukum tentang hal itu. Demikian pula tentang penggunaan seragam bagi pramuka yang mengikuti kegiatan di luar negeri.

Banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa itu, antara lain ;

1. Tetap berpedoman pada AD/ ART Gerakan Pramuka.
2. Belajar menghormati ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku ( PP )
3. Menghindari kekeliruan pendapat maupun persepsi yang berbeda.
4. Menghindari anekdot ganti pimpinan/ pengurus ganti kebijakan atau selera.
5. Atau peraturan dibuat hanya berlaku untuk yang di daerah saja.



Kita ini seorang pembina, sudah menjadi keharusan sebagai pembina dalam memberikan pendidikan kepada anak didiknya selain dengan keteladanan adalah menganjurkan mereka untuk berani bicara jika itu sesuatu yang diyakini adalah benar. Dengan demikian. nantinya tidak ada lagi petanyaan yang berkelakar , “ baret ini milik siapa. ya ? maka sebaiknya jangan ada yang ngaku… “.

Bagaimanapun kita tetap bangga dengan seragam kita, dulu pakai baret sekarang peci, yang pasti paling tertib dalam pemakaiannya. Wassalam.
User Comments

Rabu, November 05, 2008

On 18.27 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments


keluarga besar Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega Kwaratir Ranting Kecamatan Tanon mengycapkan selamat kepada Kakak Budi Prayitno yang terpilih sebagai Ka. Kwarda Jawa Tengah 2008 - 2012 beserta jajaran kwarda 11

Sabtu, September 13, 2008

On 02.50 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments

piala lomba hut pramuka kwaran tanon
On 02.15 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments


UPACARA HUT GERAKAN PRAMUKA KWARAN TANON
komandanya mas dwi harwantoso

Jumat, Juni 27, 2008

On 06.25 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments

Presiden: Raimuna Contoh Kebersamaan



Presiden SBY memberi sambutan pada Pembukaan Raimuna Nasional IX Tahun 2008, di Bumi Perkemahan Cibubur, hari Jumat (27/6) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan pada Pembukaan Raimuna Nasional IX Tahun 2008, di Bumi Perkemahan Cibubur, hari Jumat (27/6) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Cibubur: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, hari Jumat (27/6) sore meresmikan Pembukaan Raimuna Nasional IX Tahun 2008, di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur.

Raimuna Nasional yang diselenggarakan rutin lima tahun sekali ini, merupakan kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang terdiri dari kegiatan pertemuan besar dengan berbagai aktivitas bersifat kreatif, produktif,edukatif, inovatif, tapi juga rekreatif dalam bentuk perkemahan. Raimuna Tahun 2008 ini berlangsung pada tanggal 27 Juni hingga 7 Juli 2008, diikuti oleh kurang lebih 10.100 peserta dari 451 kwartir cabang seluruh Indonesia. Tema yang diangkat adalah membangun kebersamaan dan semangat kebangsaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden SBY dengan didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono tiba pukul 15.00 WIB, disambut Menkokesra Aburizal Bakrie dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijono, serta Ketua Kwartir Nasional Prof.Dr. H.Azrul Azwar, MPH. Kemudian Presiden sebagai Pembina, memimpin upacara dari mimbar kehormatan, dilanjutkan dengan sambutan.

Dalam amanatnya, Presiden SBY menilai bahwa mereka yang hadir di Raimuna Nasional IX 2008 ini sebagai contoh konkrit kebersamaan. "Pramuka Penegak dan Pandega yang datang dari seluruh tanah air yang berdiri tegak di lapangan ini adalah contoh bahwa mereka datang untuk bersatu dalam tekad dan cita-cita membangun bangsa. Ini adalah konkrit dari semangat kita untuk membangun kebersamaan dan meningkatkan semangat dan rasa kebangsaan kita," kata Presiden.

"Raimuna Nasiona IX bisa mendorong kreativitas dan inovasi Pramuka Penegak dan Pandega. Kegiatan yang dapat membentuk semangat, tanggung jawab dan kepemimpinan para anggota Pramuka, generasi muda yang sama-sama kita cintai. Semua ini sesuai dengan tujuan pembangunan manusia Indonesia, yaitu sosok dan karakter manusia Indonesia abad 21 yang unggul," kata Presiden.

Presiden berpesan kepada Pramuka sebagai generasi muda untuk terus berkarya,berkreasi dan berprestasi. "Saya yakin kalian mampu untuk berkarya, berkreasi dan berprestasi. Kedua, jauhi dan lawan godaan-godaan yang merusak, narkoba pergaulan bebas, kekerasan, perilaku merusak dan anarkis. Ketiga, terus mencintai dan menyelamatkan lingkungan, bumi dan tanah air kita. Aktiflah Gerakan Pramuka dalam menanam dan merawat pohon, dalam menyelamatkan lingkungan kita, dalam penghijauan. Khusus untuk Raimuna IX 2008 ini, saya minta semua menjaga kebersihan dan memelihara sanitasi agar semua kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik dengan kesehatan yang prima. Marilah kita jaga kehormatan dan nama baik Pramuka bersama-sama," kata Presiden lagi.

Usai memberikan amanat dan peresmian Raimuna dengan penancapan kapak, Presiden menyematkan tanda peserta Raimuna Nasional IX Tahun 2008 secara simbolis kepada 2 orang perwakilan Pramuka Penegak dan Pandega putra putri. Acara ditutup dengan pengibaran bendera kegiatan Raimuna Nasional IX Tahun 2008 diiringi Hymne Raimuna, Hymne Satya Dharma Pramuka, dan doa bersama. Presiden pun meninggalkan mimbar kehormatan dan tempat acara pukul 16.00 WIB.(nnf)

Senin, April 28, 2008

On 06.00 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments

persiapan Out Bone Embun Pagi

Kamis, April 03, 2008

On 23.08 by dkrtanon.blogspot.com in    1 comment

PEKAN OLAH RAGA KWARNAS TAHUN 2008

Jakarta (28/3), Karyawan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka merupakan salah satu potensi yang ikut menentukan keberhasilan misi Gerakan Pramuka, perlu mendapat perhatian di segala aspek yang dibutuhkan. Aspek-aspek tersebut antara lain kebugaran fisik, motivasi atau daya juang dan kemampuan bersinergi dengan orang lain. Oleh karena itu, dengan mengusung tema ”Sehat, berprestasi, bersatu padu sukseskan Revitalisasi Gerakan Pramuka” Kwartir Nasional menyelenggarakan Pekan Olah Raga (POR) Kwartir Nasional Tahun 2008। Pesertanya adalah karyawan Kwarnas dan unit-unit usaha Kwartir Nasional, yaitu karyawan Kwarnas, Bumi Perkemahan Pramuka, Taman Rekreasi Wiladatika, dan PT. Madu Pramuka.

सेलेंग्कप्न्य कुंजुंगी kwarnas

Minggu, Januari 13, 2008

On 05.47 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments


ini dia orangnyaaa...

Senin, Oktober 29, 2007

On 06.47 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments
PERKEMAHAN PRAMUKA LUAR BIASA

TINGKAT NASIONAL TAHUN 2007
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

SURAT KEPUTUSAN
KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

NOMOR : 196 TAHUN 2007
TENTANG
PENYELENGGARAAN PERKEMAHAN PRAMUKA LUAR BIASA
TINGKAT NASIONAL TAHUN 2007

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Menimbang : 1. bahwa Gerakan Pramuka, sebagai organisasi pendidikan non formal, menyelenggarakan pembinaan kaum muda melalui kepramukaan termasuk anak dan pemuda luar biasa atau penyandang cacat yang membutuhkan pelayanan khusus;

2. bahwa Perkemahan Pramuka Luar Biasa merupakan salah satu Program Pelayanan Khusus yang sasarannya menyiapkan mereka menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan peduli, berguna bagi dirinya dan masyarakat pada umumnya, berlandaskan pada Iman dan Taqwa, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta bermoral Pancasila;

3. bahwa untuk maksud tersebut di atas Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan Perkemahan Pramuka Luar Biasa Tingkat Nasional Tahun 2007 sebagai salah satu upaya Revitalisasi Gerakan Pramuka. Untuk itu perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Mengingat : 1. AD/ART Gerakan Pramuka;

2. Renstra Gerakan Pramuka 2004 – 2009;

3. Rencana Kerja Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 2003 – 2008;

4. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 272 tahun 1993 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kegiatan Pramuka Luar Biasa;

5. Program Kerja Kwarnas Gerakan Pramuka tahun 2007.

Memperhatikan : Saran Pimpinan Kwarnas, Andalan Nasional dan Staf Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : Perkemahan Pramuka Luar Biasa Tingkat Nasional Tahun 2007 disingkat PPLB Nas 2007 diselenggarakan pada tanggal 18 s/d 24 November 2007, bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta.

Kedua : Rujukan Pelaksanaan PPLB Nas 2007 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I surat keputusan ini.

Ketiga : Panitia Penyelenggara Perkemahan Pramuka Luar Biasa Tingkat Nasional Tahun 2007 (PPLB Nas 2007) tercantum dalam lampiran II surat keputusan ini.

Kempat : Biaya penyelenggaraan kegiatan PPLB Nas 2007 bersumber dari gotong-royong antara Kwarnas, Kwarda/Mabida pengirim peserta, iuran peserta, dukungan Pemerintah dan Masyarakat, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
Kelima : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.

Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya.



Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : Oktober 2007
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka


Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH

Senin, Oktober 01, 2007

On 07.06 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments

HARI INI ADALAH HARI YANG PALING BERSEJARAH BAGI MAS JOKO WAHONO SELAKU KETUA DEWAN KERJA RANTING TANON, KARENA TEPAT TANGGAL 01 OKTOBER 2007 BELIAU BERUSIA GENAP 18 TAHUN. YAH MAS JOKO LAHIR 18 TAHUN YANG LALU YAITU 01 OKTOBER 1989, ULANG TAHUN BELIAU BERSAMAAN DENGAN HARI KESAKTIAN PANCASILA YANG DI PERINGATI PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA.
KAMI SEGENAP PENGURUS DEWAN KERJA RANTING TANON MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN KEPADA MAS JOKO WAHONO, SEMOGA DI USIANYA YANG KE 18 INI, BELIAU DAPAT MENGEKSPLORASIKAN HATI DAN FIKIRAN UNTUK KEBAIKAN KHUSUSUNYA DEMI KEMAJUAN GERAKAN PRAMUKA DAN BERGUNA BAGI NUSA BANGSA DAN AGAMA,AAAMIIIN

Minggu, September 30, 2007

On 07.22 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments
Kode Morse / Telegrafi

Mempelajari kode telegrafi sama dengan mempelajari bahasa baru, yaitu BAHASA KODE. Bila diperhatikan, kode telegrafi ini sesungguhnya adalah BAHASA SUARA yang terdiri dari berbagai/kombinasi/variasi antara nada pendek dan nada panjang yang selanjutnya menjadi: Huruf, Angka, Tanda Baca dan Prosedur Signal. Kode telegrafi ini atau disebut juga dengan Continental Code (International Morse) merupakan salah satu kode yang umum dipergunakan dalam dunia komunikasi dengan mode CV.

Jumlah Kode/International Morse:

  1. Huruf sebanyak : 26 buah,
  2. Angka sebanyak : 10 buah,
  3. Tanda baca sebanyak : 10 buah,
  4. Prosedur signal sebanyak : 8 buah,
Jumlah keseluruhan sebanyak : 55 buah kode.


Penentuan Antara (Spasi) Kode Morse:
  1. Elemen "dit" atau nama pendek (.) : 1
  2. Elemen "dah" atau nama panjang (-) : 3
  3. Antara (spasi) antar elemen : 1
  4. Antara (spasi) antar huruf/karakter : 3
  5. Antara (spasi) antar kata : 7
Keterangan: dit = 1 (satu) saat.

Menerima Kode Morse
  1. Bila telah menguasai nada, irama dan waktu (timing) dari kedua nada, maka sudah dapat dimulai melakukan kombinasi dan variasi nada lainnya.
  2. Ingat! bahwa anda sedang melafalkan bahasa baru dan bukan mengingat-ingat kumpulan nada-nada panjang dan pendek.
  3. Mulailah membiasakan cara penulisan yang cepat secara santai.
  4. Usahakan agar konsentrasi dilakukan PADA PEMBACAAN KODE bukan pada gerak jari-jari yang sedang menuliskan huruf-huruf yang diterima.
  5. JANGAN membaca ulang apa yang telah dituliskan disamping meramalkan kode-kode yang akan keluar berikutnya.
  6. Bila salah satu huruf tidak dapat diingat/diterima, HILANGKAN dan TINGGALKAN. Pusatkan konsentrasi pada kode berikutnya. Bila hal ini tidak dapat dibuang, anda akan selalu ketinggalan dan tidak akan bisa maju. Hal tersebut dapat dikatakan membuang konsentrasi yang tidak perlu.


  1. Huruf-huruf Kode Morse
    A .- di dah
    B -... dah di di dit
    C -.-. dah di dah dit
    D -.. dah di dit
    E . dit
    F ..-. di di dah dit
    G --. dah dah dit
    H .... di di di dit
    I .. di dit
    J .--- di dah dah dah
    K -.- dah di dah
    L .-.. di dah di dit
    M -- dah dah
    N -. dah dit
    O --- dah dah dah
    P .--. di dah dah dit
    Q --.- dah dah di dah
    R .-. di dah dit
    S ... di di dit
    T - dah
    U ..- di di dah
    V ...- di di di dah
    W .-- di dah dah
    X -..- dah di di dah
    Y -.-- dah di dah dah
    Z --.. dah dah di dit


    Angka-angka Kode Morse
    1 .---- di dah dah dah dah
    2 ..--- di di dah dah dah
    3 ...-- di di di dah dah
    4 ....- di di di di dah
    5 ..... di di di di dit
    6 -.... dah di di di dit
    7 --... dah dah di di dit
    8 ----.. dah dah dah dah di dit
    9 ----. dah dah dah dah dit
    0 ----- dah dah dah dah dah


    Tanda Baca Doe Morse
    . (Titik) .-.-.- di dah di dah di dah
    , (koma) --..-- dah dah di di dah dah
    ? (tanda tanya) ..--.. di di dah dah di dit
    / (garis miring) -..-. dah di di dah dit
    = (sama dgn) -...- dah di di di dah
    - (garis sambung) -....- dah di di di di dah
    () (kurung buka/tutup) -.--. dah di dah dah dit
    : (titik dua) - dah
    ; (titik koma) -.-.-. dah di dah di dah dit
    " (tanda petik) .-..-. di dah di di dah dit
    (apostroph) .----. di dah dah dah dah dit


    Prosedur Signal Kode Morse
    Akhir berita .-.-. di dah di dah dit
    Akhir komunikasi ...-.- di di di dah di dah
    Tunggu .-... di dah di di dit
    Mengerti ...-. di di di dah dit
    Perhatian -.-.- dah di dah di dah
    Salah/Error ...... di di di di di dit
    Over untuk stasiun khusus -.--. dah di dah dah dit
    Over/Ganti -.- dah di dah


Minggu, September 23, 2007

On 21.03 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments
HIPPRADA

kamarin tanggal 23 September 2007 dewankerja ranting tanon menggelar buka puasa bersam pengurus sekaligus sangga kerja di sanggar bhakti SMP I TANON. kegiatan ini juga dihadiri tiga anggota pengurus dari DEWAN KERJA CABANG KABUPATEN SRAGEN yaitu eko Pati ( ketua DKC Kab. Sragen 0, rudik ismanto, dann mbak Fatma kartikasari. kegiatan ini dilanjutkan dengan sholat tarawih, tadarus diskusi agama dan belajar kitobah( menjadi dakwah ).
selain dari itu para jajaran pengurus juga membahas BULETIN HIKMAH milik DKR Tanon yang sekarang bekerjasama dengan buletin isalam studia.
terakhir sahur bersama dilanjutka kembali ke SANGGAR PRAMUKA DKR TANON yang bealamat di desa jono kecamatan tanon.

Sabtu, September 15, 2007

On 06.14 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments

Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail

Beberapa tulisan Baden Powell tentang kepanduan

“Scouting is not an abstruse or difficult science; rather it is a jolly game if you take it in the right light. At the same time it is educative, and (like Mercy) it is apt to benefit him that give as well as him that receive.

The term “scouting” has come to mean a system of training in citizenship, through games, for boys or girls.

The girls are important people, because when the mothers of the nation are good citizens and women of character, they will she to it that their son are not deficient in these point. As things are, the training is needed for both sexes, and is imparted through the Boy Scout and Girl Guides (Girl Scout) Movements. The principles are the same for both. It is only in the details that they vary”.

Kepanduan bukanlah suatu ilmu yang sukar atau mendalam, lebih baik diartikan sebagai permainan yang menarik, bila anda tempatkan pada kedudukan yang benar. Sekaligus permainan itu bersifat pendidikan, dan (seperti Mercy = kemurahan hati) ia condong memberi manfaat bagi yang memberi maupun yang menerima.

Kepanduan harus diartikan sebagai suatu sistem latihan kewarganegaraan melalui permainan untuk anak-anak putera dan puteri. Anak puteri adalah rakyat yang penting, karena bila ibu-ibu suatu bangsa itu merupakan warganegara yang baik, serta merupakan ibu-ibu dengan tabiat yang teguh, maka mereka akan mengusahakan agar anak-anaknya juga mengikuti jejak ibunya. Latihan itu diperlukan untuk kefua jenis golongan gerakan kepanduan putera dan Gerakan kepanduan puteri. Prinsip-prinsipnya sama untuk keduanya. Hanya penjabarannya yang beraneka ragam.

“Scouting is not science to be solemnly studied, nor is it a collection of doctrine and texts. No! It is a jolly game in the out of doors, where boymen and boys can go adventuring together as leader and younger brothers picking up health and happiness, handicraft and helpfulness”

Kepanduan bukanlah suatu ilmu untuk dipelajari secara tekun, bukan pula merupakan suatu kumpulan ajaran atau bahan pelajaran. Bukan! Kepanduan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat “boymen” (orang dewasa berjiwa muda) dan anak-anak dapat mengadakan pengembaraan bersama sebagai kakak dan adik, membina kesematan dan mendapatkan kebahagiaan, keterampilan, dan mengabdikan diri bagi sesamanya.

“The Scoutmaster As a preliminary word of comfort to intending Scoutmaster, I should like to contradict the usual misconception that, to be a successful Scoutmaster, a man must be an Admirable Crichton – a know – all. Not a bit of it.

He has simply to be a boy-men, that is:

a. He must have the boy spirit in him; and must be able to place himself on a right plane with his boys as a first step.

b. He must realize needs, outlooks and desires of different ages of boys life

c. He must deal with the individual boy rather than with the mass.

d. He than need to promote a corporate spirit among his individuals to gain the best result”

Seorang Pembina

Sebagai awal kata kesenangan menjadi Pembina, saya menyangkal anggapan yang keliru bahwa menjadi seorang Pembina, seseorang harus hebat – perlu diketahui – semua. Tidak seketat itu.

Ia sederhana berjiwa muda (“boymen”) yaitu:

a. Ia harus memiliki jiwa dan semangat muda, ytang karenanya ia harus dapat menempatkan dirinya dalam alam fikiran peserta didik.

b. Ia harus mengerti dan menyadari kebutuhan peserta didik. Ia harus mengerti pula pandangan serta keinginan peserta didik, sesuai dengan tingkat usianya, dan sesuai pula dengan pertumbuhan jiwanya.

c. Ia harus lebih memperhatikan peserta didik secara pribadi/perorangan dari pada secara keseluruhan (masal)

d. Ia memiliki kemauan mengembangkan jiwa kesatuan, sehingga setiap pribadi peserta didik dapat berkembang dan mencapai hasil yang sebaik-baiknya.


“Scouting is a Movement, not just an Organization”

Organisasi Kepanduan itu suatu Gerakan, bukan hanya sekedar Organisasi

Artinya:

1. Organisasi Kepramukaan itu harus melayani Kepramukaan, bukan sebaliknya

2. Organisasi Kepramukaan di semua tingkat itu perlu dan penting, asalkan disusun sedemikian rupa, dengan tujuan utama demi kepentingan peserta didik.

3. Suksesnya suatu kebijakan tergantung pada dua faktor, ialah:

a. mengerti benar apa itu Organisasi (fungsi, prinsip, tujuan), serta setiap individu dalam organisasi itu mengerti kedudukannya (dan peranannya dalam organisasi)

b. setiap anggota harus mematuhi peraturan dan ketentuan yang ditetapkan organisasi

“The aim of Scout Training is to improve the standard of our future citizenhood, especially in character and health, to replace self by service, to make the land individually efficient, morally and physically with the object of using that efficiency for service for fellowmen”

Maksud latihan kepanduan ialah memperbaiki mutu warga negara yang akan datang, khususnya dalam hal watak dan kesehatan, mengutamakan bakti dari pada kepentingan diri sendiri, membentuk kaum muda menjadi pribadi-pribadi yang berdayaguna, baik rohani maupun jasmaninya, dengan maksud agar daya guna itu dimanfaatkan bagi baktinya untuk sesame hidup.

“Let us therefore, in training our Scout, keep the higher aims in the forefront, not let ourselves become too absorbed in the steps. Don’t let the technical outweight the moral. Field efficiency, backwoodsmanship, camping, hiking, good-futures, jamboree comradeships are all means, not the end.

The end is character – character with a purpose. And that purpose, that the next generation be same in an insane world, and develop the higher realization of service, the active service of love and Duty to God and neighbor”

Oleh karena itu, marilah dalam melatih para Pandu kita, kita tempatkan tujuan utama pada garis terdepan, dan tidak membiarkan diri kita menjadi terlalu memikirkan langkah-langkahnya. Jangan memberi bobot latihan teknik lebih berat dari pembinaan watak. Kemahiran di lapangan, penjelajahan rimba, berkemah, pengembaraan, usaha mencapai masa depan yang baik, jambore persaudaraan, semuanya adalah Alat, bukan Tujuan.

Tujuan akhirnya adalah watak, - pembinaan watak dengan tujuan tertentu. Tujuan itu adalah bahwa generasi yang akan datang menjadi orang yang bijaksana di tengah dunia yang kurang bijaksana, dan mengembangkan perwujudan yang lebih tinggi dari baktinya, bakti yang aktif dari cinta dan kewajiban terhadap Tuhan dan sesame hidup.

“Then you will find that object of becoming an able and efficient Boy Scout is not merely to give you fun and adventure but that, like the backwoodsmen, explorers, and frontiersmen, who you are following, you will fitting yourself to help your country and to be of service to other people who may be in need to help. That best men are out to do”

Maka ternyata bahwa menjadi seorang Pandu yang cakap dan berdayaguna itu tidaklah hanya memberi padamu suatu kesenangan dan pengalaman yang hebat saja, tetapi seperti para penjelajah rimba, para perintis/pembuka jalan, dan pelopor yang kamu ikuti, kamupun harus menyiapkan dirimu untuk membantu negaramu, dan berguna bagi orang lain yang membutuhkan pertolongan. Itulah yang dikerjakan oleh orang-orang terbaik.

“We must keep the great aim ever before us and make our steps lead to it all the time. This aim is to make our race a nation of energetic, capable, workers, good citizens, whether for live in Britain or overseas, the best principle to his end is to get the boys to learn for themselves by giving them a curriculum which appeals to them, rather than by hammering it in to them in some form of dry-bones instructions. We have to remember that the mass of the boys are already tired with hours of school or workshop and our training should, therefore. Be in the form of recreation, and this should be out of doors as much as possible.

That is the object of our badges and games, our examples and standards.

The great aims means not only the practice of give-and-take with your own officers, but also with other organizations working to the same end.

In a big movement for a big object there is no room for little personal efforts; we have to sink minor ideas and link arms in a big “combine” to deal effectively with the whole .

We in the Boy Scout are players in the same team with the Boy’s Brigade, Church lands, YMCA, and Education Department, and others. Co-operation is the only way if we mean to win success”

Kita harus memelihara cita-cita yang luhur itu selalu ada di depan kita, dan langkah kita senantiasa menuju ke tercapainya cita-cita itu. Tujuan ini adalah untuk mengusahakan agar bangsa kita menjadi suatu bangsa yang penuh semangat, pekerja yang berkemampuan, warga negara yang baik, baik untuk hidup di Inggris maupun di luar negeri. Prinsip yang baik dalam hal; ini adalah membuat kaum muda belajar untuk diri mereka sendiri, dengan memberi mereka kurikulum yang menarik bagi mereka, daripada menggembleng mereka dengan instrksi-instruksi yang keras. Kita harus ingat bahwa kaum muda pada umumnya telah lelah dengan pelajaran di sekolah atau di lokakarya, dan latihan kita harus dalam bentuk hiburan (rekreasi) dan ini harus diusahakan sedapat-dapatnya dilakukan di alam bebas.

Itulah tujuan dari tanda kecakapan dan permainan kita, contoh dan norma kita.

Tujuan luhur itu bukan hanya pelaksanaan dari memberi dan menerima dengan anak buahmu sendiri, tetapi juga dengan organisasi lain yang bekerja untuk tujuan yang sama.

Di dalam organisasi besar dengan tujuan besar tidak ada tempat untuk usaha pribadi yang kecil, kita harus membuang gagasan yang sempit, dan bergandengan tangan dalam suatu “gabungan” yang besar, untuk menangani keseluruhannya secara efektif.

Dalam kepanduan kita adalah pemain dari satu tim bersama dengan Brigade Kaum Muda, Remaja Gereja, YMCA, Departemen Pendidikan, dan lain-lain. Kerjasama adalah satu-satunya jalan menuju keberhasilan.

“The different foreign countries, which have adopted Scouting for their boys are now forming a friendly alliance with us for mutual interchange of views, correspondence, and visits, and thereby to promote a closer feeling of sympathy between the rising generations. International peace an only be built on one foundation, and that is an international desire for peace on the part of the people themselves in such strength as guide their Governments”

Banyak Negara asing yang telah menerapkan kepanduan bagi kepentingan kaum mudanya, sekarang bekerja bersama kami, untuk saling mengunjungi, dan oleh karenanya tercipta perasaan simpati yang lebih akrab diantara generasi muda.

Perdamaian internasional hanya dapat terwujud di atas satu landasan, yaitu cita-cita internasioal untuk mencapai perdamaian di kalangan masjarakat itu sendiri, dan kekuatan yang demikian akan menjadi petunjuk bagi pemerintah masing-masing.

Dari Buku 3 dan Buku 5 KPD/KPL

Minggu, September 09, 2007

On 01.32 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments


KELUARGA BESAR DEWAN KERJA RANTING TANON MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN KEPADA BAPAK PRESIDEN D.R SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
SEMOGA DENGAN BERTAMBAH UMUR BELIAU MENJADI KOREKSI TENTANG PERKEMBANGAN NEGARA INDONESIA INI.

Sabtu, September 08, 2007

On 01.09 by dkrtanon.blogspot.com in    No comments
BUKAN PUASA BIASA

Kalo Siti Nurhaliza pernah melantunkan Bukan Cinta Biasa, bukan latah atawa ikut-ikutan kalo DKR TANON kali ini nyontek dan memplesetkan judul lagu tersebut jadi judul tulisan pekan ini. Bukan apa-apa, jujur aja kita terinspirasi, gitu lho. Boleh kan?

Oya, kenapa kita nggak mau dengan sesuatu yang “biasa”? Ehm, menurut kamus bahasa Indonesia, biasa itu artinya lazim atau umum. Itu sebabnya, kenapa kalo ada yang nggak umum atau nggak lazim kita nyebutnya luar biasa. Bisa untuk nunjukkin positif, bisa juga negatif. Bergantung tema yang lagi dibahas. Misalnya, untuk menggambarkan betapa pinternya, bisa ditulis: luar biasa pinter. Begitu juga untuk ngejelasin betapa bodohnya, suka ditulisin: luar biasa bodoh. Hehehe.. sori ye bukan maksud diskriminasi.

Nah, yang akan kita bahas tentu sisi positifnya dong ya. Kalo bukan puasa biasa, berarti bukan puasa yang lazimnya kita lakuin saban Ramadhan yang udah-udah. Cuma nahan lapar dan haus di siang hari (termasuk nahan untuk nggak berhubungan seks di siang hari bagi yang udah married). Kegiatannya sambil nunggu buka puasa cuma tidur, buang air besar, buang air kecil. Mungkin ada yang sekolah tapi loyo, ikut tarawih seperlunya aja, ngadain sanlat sekadarnya doang. Idih, sederhana banget, gitu lho. Padahal, sayang kalo Ramadhan dijalani cuma gitu-gitu aja.

Sobat muda muslim, bagi kita-kita yang udah segede gini, kayaknya kudu mulai malu deh kalo puasanya biasa-biasa aja. Cuma mindahin jadwal makan doang. Biasanya sarapan pagi, ditarik maju jadi sebelum shubuh, yakni makan sahur. Siang hari nggak makan. Pindah jadwalnya ke sore hari, yakni saat berbuka puasa pas maghrib.

Suer, pantas malu kalo cuma segitu doang kualitas ibadah puasa kita. Sebab, ngelakuin puasa dengan tidak makan dan minum di siang hari bukan berarti puasa juga dari kegiatan ibadah lainnya. Justru sebaliknya, selama puasa kita semangat ibadah karena dikasih ‘bonus’ banyak sama Allah Swt. untuk beramal sholeh dengan pahala yang berlipat ganda. So, sayang banget kalo dilewatkan begitu saja.

Dari Salman al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah saw. berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.

Kami berkata: “Wahai Rasulullah saw. Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa?”

Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya, maka Allah mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 4 hal; dua perkara membuat Allah ridha dan dua perkara Allah tidak butuh dengannya. 2 hal itu adalah; Syahadat Laa ilaaha illallah dan beristighfar kepadaNya. Adapun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (Rasul saw.) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus sampai masuk surga” (HR al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al- Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani)

Waaah, kebayang banget deh gimana senangnya hati kita. Berbunga-bunga kalo membaca hadis ini. Abisnya Allah Swt. udah nunjukkin rasa sayangNya ama kita-kita. Ngasih bonus pahala yang banyak di bulan Ramadhan ini. Lha, kalo kitanya cuek aja, apa pantas jadi hambaNya? Apa pantas juga kalo kita nggak taat sama Allah? Duh, moga kita nyadar ye.

Agar puasa tak sia-sia

Sobat muda muslim, sungguh sayang seribu sayang kalo puasa kita cuma nahan lapar dan haus doang. Nggak ada pahala yang didapat. Rasulullah saw. bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga” (HR Ahmad)

Duh, rugi banget deh. Jujur aja pasti kita nggak mau kan kalo puasa kita tuh cuma dapetin lapar dan haus doang? Jangan sampe deh sia-siakan puasa kita.

Nah, hadis di atas tadi ngasih gambaran buat kita untuk senantiasa waspada dengan apa yang akan kita perbuat. Sebab nih, puasa nggak hanya diwajibkan untuk menahan dari makan dan minum doang, tetapi juga menahan mata dari memandang yang dilarang (ayo, matanya jangan ampe jelalatan kayak mo maling jemuran), menahan telinga dari mendengar yang buruk, dan menahan mulut dari bicara kotor, mengumpat, dan menggunjing. Pun menjaga tangan dari berbuat maksiat, menjaga kaki dari melangkah ke tempat yang dilarang.

Duh, duh, kok jadi banyak banget larangannya? Hehehe.. kalem sobat, itu tandanya Allah Swt. dan RasulNya emang perhatian sama kita-kita. Larangan itu tanda cinta dan sayang lho. Sebab, nasihat nggak selamanya berupa ajakan kebaikan (amar ma’ruf), tapi juga melarang kemungkaran (nahyi munkar).

Selain itu, di malam bulan Ramadhan nih, Islam memotivasi umatnya untuk mengerjakan amalan sunnah; shalat tarawih dan tadarus al-Quran, misalnya. Dorongan untuk melaksanakan shalat sunnah harus dipahami bahwa shalat wajib harus lebih giat lagi untuk dilakukan. Jangan sampe tarawih aja yang semangat dikerjakan karena senang rame-rame ama temen, eh, sholat isya malah kelewat nggak dikerjakan. Waduh, nggak banget deh.

Sobat, dalam urusan ibadah di bulan Ramadhan ini, jangan sampe kita ngelaksanain cuma memenuhi ibadah ritual doang. Terjebak dalam ritualisme. Artinya apa? Artinya kaum Muslimin, kita-kita nih, ketika melaksanakan ibadah hanya untuk memenuhi kewajiban semata, tanpa memperhatikan esensi dari setiap bacaan yang ia ucapkan atau gerakan yang ia lakukan dalam ibadahnya itu. Akibatnya, ibadah yang seharusnya memberi pengaruh terhadap perilaku, menjadi gerakan atau ucapan yang kosong tanpa makna. Gaswat deh kalo sampe kejadian begini. Dan, kalo diliat-liat sih emang begitu. Sedih banget euy.

Coba aja interospeksi diri atau mungkin ngeliat lingkungan sekitar. Pas di sekolah, pas di pasar, atau mungkin di perjalanan. Betapa banyak saudara kita (termasuk kita, barangkali) yang masih cuma bisa nahan lapar dan haus doang. Tapi nggak bisa nahan nafsu untuk nggak ngelakuin kemaksiatan. Ati-ati ye!

Itu sebabnya, sungguh disayangkan banget kalo di antara kita banyak yang kuat menahan diri dari rasa lapar dan haus, tapi malah nggak bisa berkutik saat melawan godaan hawa nafsu. Mulut kita bisa bertahan dari makanan atau minuman, tetapi nggak bisa menahan dari menggunjing, mengumpat, dan bicara kotor. Puasanya memang tidak batal, tetapi esensi dari ibadah shaum yang mengajarkan untuk semakin meningkatkan ketakwaan kita, menjadi tidak bermakna. Puasa kita menjadi sia-sia. Sebab tak mendapatkan apa-apa (pahala), kecuali hanya rasa lapar dan haus.

Sobat, Islam adalah totalitas. Itu artinya, saat kita ibadah dengan ketika kita bermuamalah dalam kehidupan duniawi kita, keduanya harus senantiasa berpatokan kepada aturan Islam. Bukan yang lain. Oke? Hmm.. semoga kamu sekarang udah paham ya. Insya Allah.

Agar puasa berbuah takwa

Sobat muda muslim, Allah mewajibkan puasa Ramadhan bagi orang-orang yang beriman kepadaNya agar dengan berpuasa itu menjadi orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana Allah Swt. berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS al-Baqarah [2]: 183)

Oke, agar puasa kita berbuah takawa ada beberapa tips nih buat kamu. Pertama, luruskan niat. Pastikan niat kita melaksanakan puasa Ramadhan benar-benar hanya karena Allah semata. Bukan karena paksaan ortu, atau sekadar menutupi rasa malu sama teman.

Dalam sebuah hadis qudsiy Rasulullah saw. bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagiKu. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya. (HR Bukhari dari Abu Hurayrah)

Kedua, kuasai ilmunya. Benar. Karena puasa bukan semata menahan diri dari rasa lapar dan haus. Tapi juga sekaligus menahan godaan hawa nafsu. Boleh dibilang tutup mulut, tutup mata, en tutup telinga dari segala aktivitas yang bisa nguras pahala puasa kita. So, ati-ati deh.

Itu sebabnya, kamu juga kudu ngeh ilmunya. Biar puasa kita mantep. Kalo tahu ilmunya, insya Allah akan membekas dalam diri kita bahwa puasa adalah kewajiban dan ladang amal yang luas. Maka, nggak bakalan disia-siakan tuh kesempatan emas ini untuk ibadah mendulang pahala. Terus, kita juga nggak bakalan gegabah balik ke ‘habitat’ awal perbuatan kita yang agak-agak error itu, karena kita tahu bahwa perbuatan maksiat haram dilaksanakan di bulan mana pun, apalagi di bulan Ramadhan. Insya Allah nantinya kamu bisa jaga diri untuk tidak kembali jadi senewen pascapuasa. Kita jadi orang-orang yang bertakwa. Lagian kita nggak mau dong berbuat dosa yang buahnya nanti neraka. Naudzubillahi min dzalik. Jadi, belajar adalah kuncinya. Baca en ikuti kajian Islam yang marak selama bulan Ramadhan ini. Ayo, kamu bisa!

Ketiga, kondusifkan suasana. Suasana Ramadhan mampu memberikan warna tersendiri dalam hidup kita. Warna yang tentunya sedap dipandang mata. Di bulan ini, rasanya kita jadi getol baca al-Quran, jadi giat sholat wajib dan sunnah, juga sregep ikut kajian Islam tanpa disuruh-suruh lagi. Kita melakukannya dengan penuh semangat dan insya Allah ikhlas.

Nah, supaya ketika Ramadhan berlalu tapi kegiatan seperti ini bisa bertahan, buatlah suasana yang juga mirip dengan Ramadhan. Minimal di keluarga kita dulu. Kita kondisikan misalnya dengan melaksanakan shaum 6 hari di bulan syawal. Seterusnya, seluruh anggota, bila perlu teman-teman di sekolah membiasakan diri untuk melakukan ibadah puasa sunnah senin-kamis. Dengan harapan, puasa tersebut bisa menahan kita dari keinginan ngelakuin perbuatan maksiat. Baca al-Quran setiap hari, insya Allah bisa menghidupkan kembali ‘ruh’ Ramadhan. Jadi, bukan puasa biasa, apalagi sia-sia. Betul ndak, sobat?

Oke deh, selamat berpuasa, perdalam Islam, dan mari berjuang untuk menerapkan Islam sebagai ideologi negara. Tetap semangat! (JOKO WAHONO)